0

Dampak teknologi terhadap lingkungan

Posted by Unknown on 20.37

BAB II
PEMBAHASAN
Dampak teknologi terhadap lingkungan

Sering kali kita dengar, pembangunan teknologi dikaitkan dengan keadaan lingkungan, sehingga terkadang terjadi dua kutub yang sangat-sangat bertolak belakang.di satu sisi terkesan para teknolog dak perduli terhadap lingkungan,dan di sisi lain para pecinta lingkungan yang selalu bersikap sinis terhadap kemajuan teknologi yang terus berkembang.

Teknologi sebenarnya adalah cara dan usaha untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia,teknologi adalah alat bantu manusia untuk mengolah alam dengan sebaik-baiknya,mempermudah kegiatan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kebutuhan manusia. Setiap aplikasi lingkungan di satu sisi mambaya mamfaat yang besar,tapi di sisi lain juga menimbulkan efek negatif pada manusia dan lingkungan.
kendaraan misalnya: pada jaman dahulu manusia menghabiskan waktu berhari-hari untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain untuk segera sampai ke tempat tujuan mereka,tapi seiring berkembangnya teknologi,waktu tempuh perjalanan mereka bisa di tempuh hanya beberapa jam saja.tapi efek negatif yang di timbulkan oleh kendaraan dari waktu ke waktu secara terus-menereus menyebabkan polusi udara yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia serta lingkungan.

contoh lain nuklir misalnya kita tau bahwa nuklir metupakan salah satu energi yang sangat berguna untuk kehidupan manusia,karena nuklir dapat di manfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik yang relatif murah,dalam jangka waktu yang cukup lama.. tetapi kita lihat pada sisi lain nuklir juga dapat menjadi suatu senjata yang sangat mematikan dan tidak berprikemanusiaan,kita lihat nuklir dapat menghancurkan kota hirosima dan nagasaki,radiasi yang di timbulkan oleh nuklir sangat besar,sehingga tidak hanya menyebabkan kematian tetapi juga menyebabkan penderitaan berkepanjangan atau cacat permanen. Tampaknya dari dua sisi yang sangat bertolak belakang tidak dapat di pisahkan untuk selamanya,, disinilah akal dan jiwa manusia terujikan,kecerdasan akal yang dimiliki manusia yang terus berupaya unuk meminimalisir dampak negatif teknologi sampai ke taraf yang tidak membahayakan atau lebih tepatnya dapat di terima oleh manusia ataupun alam sekitar.

Dari sisi-sisi tersebut, mulailah kita liat pada negara-negara maju,banyak perusahaan mobil mengembangkan energi alternatif seperti energi cahaya matahari,yang dapat di gunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak untuk dapat menjalankan kendaraan tersebut,demi kelestariaan lingkungan sekitar. Tetapi terkadang kita di buat kecewa di balik rasa peduli mereka terhadap lingkungan,tidak jarang itu merupakan strategi bisnis untuk memenangkan produknya di pasaran.di sinilah terbukti bahwa kecerdasan akal tidak akan pernah cukup tanpa di sertai kecerdasan jiwa,karena kecerdasan jiwa akan mengontrol manusia agar tetap memelihara sifat-sifat kemanusiaannya,sehingga tidak terjadi penyimpangan yang menyebabkan tega memangsa sesama,oleh karena itu kebutuhan orang-orang yang cerdas akal sangat besar sehingga mampu mendominasi dan memberikan manfaat yang optimal dari aplikasai-aplikasai teknologi dan tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi lingkungan dan alam sekitar secara keseluruhan.

Manusia adalah makhluk yang diciptakan tuhan sebagai pemimpin di dunia ini. Mereka diciptakan dengan segala kesempurnaan yang ada untuk menjaga keseimbangan dankedemaian serta meciptakan keutuhan bumi yangh damai. Namun kesempurnaan tersebut terkadang disalah gunakan oleh manusia itu sendiri untuk memenuhi keinginannya.Padahal tugas mereka diciptakan di bumi ini adalah untuk menjaga keharmonisan yang adadi dunia ini.Kebutuhan manusia yang selalu meningkat seiring dengan kemajuan teknologi yangmembutuhkan kemajuan manusia dalam berfikir. Dengan semakin majunya teknologi terkadang manusia melupakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh teknologi tersebut terhadap lingkungan. Kerusakan yang ditimbulkan seringkali merusak kelangsungan dari ekosistem dan makhluk didalamnya yang dikarenakan seperti pencemaran lingkungan serta pemanfaatan dan pengerukan sumberdaya alam yang berlebihan sehingga merusak keseimbangan ekosistem. Walaupun sebenarnya kemajuan teknologi sangat diperlukan oleh manusia di era kaemajuan sekarang, namun hendaknya tetap memperhatikan kelangsunagn ekosistem dari lingkunag sekitar. Karna ketika terjadinya kerusakan pada sebuah ekosistem, maka dapat menyebabkan suatu organisme yang ada di lingkungan tersebut yang tudak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya akan dapat merusak kelangsungan rantai makanan dan dapat berakibat dalam jangka panjang terhadap kepunahan suatu kelangsungan ekosistem. Ketika suatu ekosistem terancam punah, akan dapat merusak kehidupan di bumi. Walaupun demikian, keutuhan kelestarian ekosistem dapat dijaga dengan beberapa acra.

Untuk mengatasi pencemaran di udara, maka hendaknya gas buang pada kendaraan di uji emisinya untuk menekan pencemaran udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotorkarena kendaraan bermotor menyumbang pencemaran udara yang tidak sedikit, bahkan temasuk yang terbesar. Selain pengontrolan terhadap gas buang dari pabrik yang juga menyumbang pencemaran yang besar terhadap udara. Oleh karnanya, perlu pengawasan yang sangat ketat terhadap tingkat pencemaran yang disumbangkan oleh pabrik-pabrik besar.

Pada sektor perairan dan kelautan,pencemaran lingkungan yang terjadi karena limbah yang dibuang oleh perusahaan-perusahhan ke laut yang menimbulkan pencemaran dan pengrusakan ekosistem laut. Pemerintah seharusnya menerapkan peraturan untuk menekan pencemaran di laut. Netralisasi limbah dapat dilakukan sebelum limbah dibuang ke lautan untuk mencegah terjadinya pencemaran yang akan berakibat pada terganggunyaekosistem di laut. Di tanah, sering kali manusia mengabaikan dampak-dampak dari pencemaran yang mereka timbulkan akibat pembuangan limbah sembarangan. Selain itu, penambangan yang dilakukan secara besar-besaran umunya tidak mempedulikan dampaknya terhadap barangtambang itu sendiri dan juga terhadap kelestarian lingkungan sekitar tempat merekamenambang. Seharusnya, para penembang menutup kembali lubang bekas daerah penambangan mereka, dan menanaminya kembali dengan pepohonan agar daerah tambang yang mereka tinggalkan berfungsi kembali seperti sebelum dibukanya pertambangan didaerah tersebut.

Penanaman pepohonan sangat efektif untuk mengurangi pencemaran ditanah dan juga dapat menyediakan oksigen untuk udara dan mengurangi kadar karbondioksida pada udara. Selain itu, pepohonan juga dapat mencegah terjadinya erosi dan juga banjir.Bayangkan yang terjadi apabila kita tidak mencegah kerusakan yang terjadi terhadaplingkungan kita dan dampak yang akan ditimbulkan kerusakan tersebut terhadap diri kitasendiri.Tanah tempat kita berpijak, tak lagi subur dan menghasilkan untuk kita. Tak ada lagioksigen yang dihasilkan oleh pepohonan. Air tercemar, mencemari air yang kita minum.Air yang kita minum tak lagi alami dan menyehatkan untuk kita. Membawa penyakit untukita. Udara yang kita perlukan untuk bernafas, kini telah tercemar, tidak sehat untuk kitahirup.Apa jadinya bila hal diatas benar-benar terjadi. Apakah yang terjadi terhadap kita??

Pengendalian Dampak Teknologi terhadap Lingkungan dengan Perdagangan Karbon dan Pemanfaatan Teknologi Ramah Lingkungan Dampak kenaikan konsumsi masyarakat dunia terhadap teknologi semakin terlihat jelas seiring dengan perkembangannya. Dampak negatif yang telah dirasakan secara nyata adalah kerusakan lingkungan yang semakin parah di berbagai penjuru dunia. Salah satunya, seperti yang telah dipaparkan secara gamblang dalam film dokumenter mantanWakil Presiden AS era Bill Clinton, Algore, “An Inconvenient Truth”  adalah terjadinya pemanasan global akibat efek gas rumah kaca (GRK) yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas industri, terutama di Negara-negara maju. AS misalnya,menyumbang 40% dosa emisi dunia.Sebenarnya dampak pemanasan global sudah mulai dicermati sejak sekitar 20 tahun yang lalu.

Ada laporan ilmuwan tahun 1990 tentang perubahan iklim memberi tanda bahayabagi kehidupan umat manusia, dan mendesak agar dibentuk suatu kesepakatan globaluntuk mengatasi perubahan iklim. Pada tahun 1992 disepakati konvensi PBB tentang perubahan iklim (United Nations Frameworks Convention on Climate Change  atau UNFCCC) yang tujuan pokoknya menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) pada tingkat yang aman dan tidak mengganggu iklim global.Berbagai pakta diteken setelahnya. Puncaknya adalah pertemuan di Kyoto, Jepangtahun 1997 yang menghasilkan Protokol Kyoto. Perjanjian tersebut mewajibkan Negara-negara industri untuk mengurangi emisi GRK- salah satunya CO2  sebanyak 5,2% di bawahkadar yang mereka lepas pada tahun 1990 dalam kurun waktu 5 tahun (mulai 2008-2012),yang disebut sebagai periode komitmen pertama.Protokol Kyoto menawarkan tiga mekanisme fleksibel untuk membantu negara-negara industri menekan laju emisi GRK: implementasi Bersama ( joint implementation  /JI),Perdagangan Emisi Internasional ( international emission trading  /IET) dan MekanismePembangunan Bersih ( clean development mechanism atau CDM).Salah satu solusi menarik yang ditawarkan dalam protokol Kyoto adalah CDM karena begitu sulit memaksa negara-negara tersebut mengurangi emisi karbonnya, akibat begitu besarnya ketergantungan mereka pada konsumsi bahan bakar minyak. Sampai sekarang Amerika Serikat saja masih menolak protokol Kyoto.Melalui mekanisme ini, sebuah proyek penurunan emisi oleh suatu negara atausektor swasta dapat disertifikasi oleh PBB, sehingga mendapatkan Certified Emissions Reduction (CERs), disebut juga Carbon Credits  Mekanisme ini dapat memberi keuntungan finansial, sekaligus mendukung penanaman modal asing, terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru, alih teknologi serta pembangunan berkelanjutan.Melalui perdagangan karbon, negara-negara industri- sebagai penyumbang terbesaremisi gas CO2, penyebab utama pemanasan global- bisa membayar suatu Negara berkembang yang mampu mengupayakan pengurangan emisi karbon.

Setiap upaya penurunan emisi yang setara dengan satu ton karbon (tCO2) akan mendapat satu CER ( certified emission reduction ). Sertifikat yang mirip surat berharga inidikeluarkan oleh Badan Eksekutif CDM di bawah UNFCCC. Negara industri yang sudahmeratifikasi Protokol Kyoto (disebut dengan kelompok Annex-1), atau lembaga non-pemerintah manapun yang merasa berkepentingan, bisa membeli CER ini dari proyek-proyek CDM di negara berkembang (non-Annex-1) yang tidak diwajibkan untuk mengurangi emisi. Istilah “reduksi emisi karbon” bukan hanya berarti pengurangan kadar karbon yang sudah ada saat ini di udara, tetapi merupakan upaya menekan bertambahnya emisi GRK akibat penggunaan bahan bakar fosil. Jadi, angka-angka tersebut pada dasarnya adalah jumlah karbon yang diemisikan jika tanpa proyek CDM.Kelemahan solusi ini adalah keleluasaan negara industri maju untuk tetap mengotoriatmosfer selama masih mampu membeli CER sebagai kompensasi. Tetapi, keuntunganyang dapat diambil oleh negara berkembang adalah peluang membankitkan perekonomiandengan negara dengan usaha konservasi lingkungan yang menjadi bernilai ekonomi, bukan sekedar beban biaya seperti selama ini.

Menurut Agus P.Sari, Direktur Regional AsiaTenggara EcoSecurities ,salah satu pemain besar perdagangan karbon yang bermarkas diOxford, Inggris, dengan adanya CDM, pengelolaan lingkungan juga berarti aset berharga.Namun, pada pelaksanaannya, sejauh ini kebanyakan pihak yang berpartisipasiadalah pihak-pihak yang menghasilkan emisi rendah. FIFA, federasi sepak bola dunia,membeli beberapa kredit karbon sehubungan pelaksanaan Piala Dunia 2006 lalu.Sementara Paramount, studio film Hollywood, juga membeli kredit karbon atas setiap emisiyang mereka keluarkan selama proses pembuatan film tentang pemanasan global An Inconvenient Truth  (2006).Setelah meratifikasi Protokol Kyoto melalui Undang-Undang Nomor 17 tahun 2004, Indonesia membuka peluang ikut serta dalam arus perdagangan karbon.

Berdasarkan Kajian Strategis Nasional sektor Kehutanan dan Energi (KSNKE) yang dilakukan tahun2001-2001, Indonesia memiliki potensi pengurangan emisi GRK sekitar 23-24 juta ton CO2epertahun. Jika dikonversi ke nilai CER, potensinya menjadi 230 juta dolar AS dalam setahun(sekitar Rp 2,3 T). Sehubungan dengan itu, Pemerintah Indonesia dalam konferensiInternasional PBB tentang perubahan iklim 3-14 Desember 2007 di Bali, akan menawarkan proposal pemeliharaan hutan hujan tropis di Indonesia dan sejumlah negara lain, yang umumnya miskin ke negara maju, terutama Eropa dan Amerika. Biaya pemeliharaan itusebagai bagian dari bentuk tanggung jawab negara maju terhadap perubahan iklim. Karbon(CO2) akan diserap oleh hutan di Indonesia, yang membayarnya nanti adalah sektor swastayang harus mengurangi pencemarannya. Untuk sektor energi, Chevron GeothermalIndonesia (CGI), melalui proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Darajat Unit III telahmendapat persetujuan, Desember tahun lalu, dengan kapasitas pembangkit 110 MWatt.

Menurut data CGI, emisi CO2 dari pembangkit listrik geothermal hanya sekitar sepersepuluhdari emisi yang dihembuskan oleh pembangkit konvensional seperti batubara, danseperenam dari bahan bakar diesel dan minyak. Selisih jumlah emisi inilah yang bisadijadikan kredit karbon untuk diperjualbelikan.Memasuki periode tahun 2012, pencemaran yang terjadi akan lebih besar lagisebagai ekses pembangunan. Karena itu, diperlukan modal yang cukup besar selain juga teknologi. Namun, terlepas dari meminta ganti rugi, sebenarnya yang lebih penting adalahmenjaga serta mengendalikan CO2. Di samping solusi yang di atas yang telah berjalan selama kurun waktu 15 tahun ini,masih terdapat banyak upaya konservasi lingkungan dari dampak teknologi yang terusbergerak maju, bahkan dengan melibatkan teknologi itu sendiri. Salah satu di antaranyaadalah membentuk komitmen bersama negara maju dan berkembang untuk mulai beralihpada pemafaatan teknologi ramah lingkungan menggantikan atau memperbarui teknologikonvensional yang telah banyak mencemari lingkungan, mengganti sumber bahan bakarindustri dari fosil dengan energi terbarukan/alternatif, pengelolaan limbah yang tepat danbertanggung jawab, serta peremajaan bumi dengan reboisasi kawasan hutan penyerapkarbon secara besar-besaran dan berkesinambungan.Langkah konkret yang dapat diambil adalah dengan menciptakan tren opini globallewat media internasional -yang notabene dikuasai negara maju- untuk mengkampanyekan penggantian energi fosil dengan energi terbarukan untuk kelangsungan kehidupan generasimendatang di bumi ini, kemudian mempersiapkan studi kelayakan pemanfaatan sumberenergi terbarukan sesuai potensi wilayah masing-masing.

Bagi negara-negara yang telah menjadikan energi terbarukan sebagai bagian dari aktivitas industrinya, perlu mem-break- down  teknologi pemanfaatan energi terbarukan kepada negara yang belum dapat melaksanakannya dalam rangka ikut berpartisipasi aktif menyelamatkan bumi, bukan hanyaberorientasi ekonomi untuk menghemat bahan bakar industrinya. Alih teknologi energy terbarukan merupakan langkah akselerasi untuk menanggulangi bahaya dampak pencemaran lingkungan lebih lanjut. Negara berkembang, terutama yang mempunyai potensi sumber energi terbarukan (tenaga air, angin, surya, panas bumi , arus dan termal laut (OWC dan OTEC), hydrogen(fuel cell), dan biomassa), termasuk Indonesia juga harus segera mengambil langkahstrategis mempersiapkan diri menuju kemandirian energi sehingga tidak bergantung lagidengan impor minyak mentah yang selalu tidak sebanding dengan produksi dalam negeri,apalagi dengan kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini hingga level US$90 per barel(19 Oktober 2007) yang menekan neraca ekonomi Indonesia.Persiapan tersebut perlu dilakukan sedini mungkin menuju berakhirnya ProtokolKyoto 2012 mendatang. Sehingga, semua pihak telah siap menghadapi berbagaikemungkinan terburuk akibat pengeluaran emisi GRK selama ini dan berbagai bentukpemanfaatan energi terbarukan dapat siap beroperasi setelah Protokol Kyoto berakhir nanti.

Namun tak dapat dipungkiri, selain beberapa dapak yang ditimbulkan namun Teknologi pastinya mempunyai beberapa dampak positif yang mana diantaranya adalah dapat mempermudah aktifitas pencapaian tujuan, serta pengaruh teknologi yang menguntungkan bagi manusia, yaitu:

1.              Dapat memunculkan ilmu-ilmu baru, seperti : penggunaan teknik kimia, teknik nuklir, teknik mekanik, teknik penerbangan, dan teknologi hutan.
2.              Dapat medatangkan kemudahan hidup, seperti : berkembangnya teknologi tepat guna dan berkembangannya sarana transportasi.
3.              Dapat menaikan kuantitas produksi, seperti : pengolahan minyak bumi, industri baja.
4.              Pengolahan sumber daya alam yang efektif dan efisien.
5.              Mempermudah penyebaran informasi, ilmu dan pengetahuan.
6.              Penghematan biaya dengan teknologi pekerjaan menjadi lebih cepat.
7.              Dapat memberantas penyakit menular.

Untuk dapat melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap masalah pencemaran lingkungan, pemerintah Republik Indonesia telah memberlakukan Undang-Undang No.4 Tahun 1982 yang memuat pedoman pokok tentang analisis dampak lingkungan sebagai realisasi kebijaksanaan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan. Dengan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) diharapkan dapat diambil suatu keputusan dan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan fisik dan biologis lingkungan yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap system kehidupan makhluk yang ada di dalamnya.
Penyajian Informasi Lingkungan (PIL)
Sebelum dilakukan AMDAL, terlebih dahulu harus disusun PIL yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah kegiatan AMDAL yang diusulkan akan menimbulkan dampak lingkungan atau tidak. Melalui PIL dapat diketahui secara garis besar dan cepat apakah AMDAL yang diusulkan perlu dilaksanakan segera. Di dalam PIL harus termuat garis besar jenis kegiatan dan macam lingkungan yang akan dianalisis. Laporan PIL secara garis besar berisi :
1.      Kegiatan yang diusulkan,
2.      Kondisi lingkungan yang akan dianalisis,
3.      Dampak lingkungan yang mungkin dapat terjadi akibat kegiatan pembangunan  serta tindakan yang       direncanakan untuk mengendalikannya.
Adapun dampak yang penting dan perlu diperhatikan pada umumnya ditentukan oleh:
1.      Besarnya jumlah manusia yang akan terkena,
2.      Luas wilayah penyebaran dampak,
3.      Lamanya dampak akan berlangsung,
4.      Kekuatan (intensitas) dampak,
5.      Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang akan terkena,
6.      Sifat komulatif dampak,
7.      Berbalik atau tidaknya dampak.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat Peraturan Perundang - undangan mengenai AMDAL. Sedangkan untuk masalah yang berkaitan dengan analisis radioaktivitas lingkungan dapat dilihat rekomendasi yang diberikan oleh IAEA dan Peraturan Perundang-undangan Tenaga Atom di Indonesia serta peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal BATAN.
Suatu kegiatan dianggap penting apabila menyangkut masalah :
1.      Perubahan bentuk lahan dan bentang alam,
2.      Eksploitasi sumber daya alam yang dapat diperbarui maupun yang tidak dapat  diperbarui,
3.      Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non-hayati dan teknologi yang digunakan yang diperkirakan akan dapat mempengaruhi lingkungan,
4.      Proses atau kegiatan lainnya yang secara potensial dapat merupakan pemborosan dalam hal pemanfaatan sumber daya alam dan energi,
5.      Kegiatan yang dalam proses dan hasilnya dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan dan kesejahteraan sosial penduduk.


Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah suatu studi tentang kemungkingan terjadinya berbagai macam perubahan, baik social ekonomi maupun perubahan sifat biofisik lingkungan sebagai akibat adanya berbagai macam kegiatan yang dilakukan atau diusulkan. AMDAL dapat juga diartikan sebagai suatu hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu AMDAL bertujuan untuk menduga atau memperkirakan dampak yang mungkin timbul sebagai akibat suatu kegiatan atau proyek yang direncanakan.

Untuk dapat melakukan AMDAL, terlebih dahulu harus diketahui rencana kegiatan yang ada serta garis dasarnya. Garis dasar merupakan kondisi lingkungan awal sebelum ada kegiatan. Tanpa mengetahui kegiatan dan garis dasar, sulit untuk dapat memperkirakan dampak yang terjadi. Jadi di dalam AMDAL dibandingkan keadaan lingkungan sebelum ada kegiatan dan sesudah ada kegiatan. Dari hasil perbandingan tersebut barulah dapat disimpulkan apakah telah terjadi suatu dampak lingkungan atau tidak. Apabila terjadi suatu dampak yang negatif, maka keputusan lebih lanjut dapat ditentukan dengan adanya AMDAL.

Didalam pembangunan dan pengoperasian reactor nuklir, masalah AMDAL sangat diutamakan. Dalam hal ini juga dilakukan pembandingan keadaan lingkungan sebelum dan sesudah adanya reactor nuklir. Garis dasar di dalam pembangunan suatu reactor nuklir sering disebut dengan Analisis Keselamatan Reaktor Nuklir. Di dalamnya dicantumkan rencana kegiatan pembangunan dan pengoperasian reactor nuklir yang antara lain memuat :

1.       Letak tempat reactor nuklir yang akan dibangun,
2.       Reaktor nuklir dan fasilitas yang ada di sekitarnya,
3.       Komponen dan peralatan reactor,
4.       Fasilitas iradiasi dan eksperimen pada reactor,
5.       Masalah keselamatan reactor dalam operasi normal,
6.       Masalah keselamatan reactor dalam keadaan darurat,
7.       Kesimpulan masalah keselamatan reactor.

Untuk mengetahui apakah telah terjadi dampak lingkungan dengan telah beroperasinya suatu reactor nuklir, dilakukanlah Analisa Radioaktivitas Lingkungan yang pada hakikatnya adalah bagian dari AMDAL. Sebagai contoh dari kelengkapan data Analisis Keselamatan Reaktor Nuklir, antara lain disebutkan mengenai :
1.      Letak geografis tempat reactor akan dibangun,
2.      Keadaan geologis tanah tempat reactor,
3.      Populasi penduduk dan keadaan social ekonomi di sekitarnya,
4.      Keadaan cuaca sepanjang tahun,
5.      Arah angin yang dominan berdasarkan data dari windrose,
6.      Kuat gempa dan ramalan kekuatan gempa tertinggi yang mungkin terjadi di tempat reactor akan dibangun,
7.      Pengukuran radioaktivitas lingkungan yang diambil dari contoh air, tanah, dan tanaman dengan variasi tempat pengambilan contoh air, tanah, dan tanaman.

Semua data yang diberikan di dalam Analisis Keselamatan Reaktor Nuklir akan sangat membantu pelaksanaan AMDAL, khususnya di dalam hal pengukuran radioaktivitas lingkungan sesudah beroperasinya reactor nuklir.

Berdasarkan uraian di atas, jelaslah bahwa AMDAL digunakan untuk segala kegiatan yang direncanakan. Oleh karena itu AMDAL dipakai juga sebagai salah satu kelengkapan di dalam studi kelayakan suatu rencana proyek. Mengingat akan hal tersebut maka AMDAL sering juga diketahui sebagai Pre Audit yang harus dilaksanakan sebelum proyek dimulai. Dengan AMDAL dampak yang mungkin terjadi mudah diperkirakan. Untuk kegiatan yang tidak direncanakan, dampak yang akan terjadi sulit diramalkan karena garis dasar sebagai acuan tidak diketahui. Dengan demikian dampak lingkungan dapat dilihat sebagai perbedaan kondisi awal sebelum ada kegiatan (tanpa ada proyek) dan kondisi yang diramalkan dengan adanya proyek. Untuk kegiatan yang tidak direncanakan sebelumnya, analisis dampak lingkungannya dilakukan dengan metode lain yang disebut Analisis Manfaat dan Risiko Lingkungan atau AMRIL.

Sumber:
http://gudangmakalahmu.blogspot.com/2013/02/dampak-teknologi-terhadap-linkungan.html


0

Pengaruh Globalisasi Pada Remaja

Posted by Unknown on 20.34
Kali ini kita akan membahas dampak-dampak apa sajakah yang dapat dihasilkan dari globalisasi. Baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Namun sebelum itu, saja akan menjelaskan berbagai macam penjelasan dari “Globalisasi” sebagai pendahuluan kita. Dalam pengertian yang luas,globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi. Menurut Achmad Suparmanglobalisasi merupakan suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar seperti:
1. Selalu meningkatkan ilmu pengetahuan,
2. Patuh hukum,
3. Kemandirian,
4. Keterbukaan,
5. Rasionalisasi,
6. Etos kerja,
7. Kemampuan memprediksi,
8. Efisiensi dan produktivitas,
9. Keberanian bersaing,
10. Manajemen resiko.
Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, diantaranya:
1. Lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan,
2. Lembaga keagamaan,
3. Industri internasional dan lembaga perdagangan,
4. Wisata mancanegara,
5. Saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional,
6. Media elektronik termasuk internet,
7. Etika dan budaya.
Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan dari media apa sajakah yang dapat menjadi sumber dari dampak-dampak globalisasi bagi para remaja. Masa-masa remaja dapat dikatakan masa yang paling menyenangkan. Kebanyakan remaja masih memiliki sifat cenderung labil atau cenderung mengikuti perkembangan di sekitarnya. Mereka beranggapan pada masa remaja, mereka dapat dengan bebas melakukan apa yang mereka suka. Jika tidak mengikuti perkembangan, berarti mereka tidak modern atau ketinggalan zaman. Dengan sifat seperti itu, akan lebih banyak dampak globalisasi yang mereka dapatkan secara tidak sadar. Baik itu dampak positif maupun negatif. Sumber dari dampak-dampak bagi para remaja umumnya mudah didapatkan dari perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan, perkembangan dalam media komunikasi, elektronik, termasuk internet, dan juga dalam perkembangan etika dan budaya. Pernahkah kita berpikir untuk membandingkan masa-masa saat orang tua kita masih remaja dengan masa remaja kita sekarang? Pernahkah kita bertanya pada mereka bagaimana menurut mereka tentang perbedaan zaman remaja dulu dengan yang sekarang? Jika kalian bertanya, jawabannya sudah dipastikan, “Sangat jauh berubah”. Bagaimana perubahannya? Sebagian berubah menjadi jauh lebih baik, dan sebagian lainnya berubah menjadi sedikit lebih buruk dan mengecewakan. Itu semua diakibatkan oleh dampak dari globalisasi. Dapatkah kalian sebutkan perubahan-perubahan itu? Jika tidak, kita akan membahasnya bersama-sama
Perubahan atau Dampak positif dari globalisasi:
• Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Di zaman saat Indonesia sedang di jajah dan setelah merdeka, tidak banyak dari remaja Indonesia saat itu yang dapat menempuh jenjang pendidikan. Hanya sebagian remaja anak dari bangsawan yang dapat menempuh jenjang pendidikan. Beberapa tahun setelah itu, sudah mulai terlihat peningkatan jumlah remaja yang menempuh jenjang pendidikan. Walaupun demikian, jalan untuk menempuh pendidikan tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki seragam sekolah dan buku pelajaran. Kebutuhan sekolah mereka masih sangat minimum untuk didapatkan. Masa demi masa, perkembangan mulai meningkat. Kini hampir seluruh remaja sudah dapat dengan mudah untuk mengenyam pendidikan apalagi dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah yang diberikan oleh pemerintah. Bahkan pada masa kini, perkembangan ilmu pengetahuan sudah diikuti dengan perkembangan media elektronik, seperti televisi dan internet.
• Perkembangan Komunikasi, Elektronik, beserta Medianya
Pada masa saat orang tua kita masih se-umuran kita, alat komunikasi memang sudah ada, namun masih belum se-canggih pada masa kita saat ini. Alat elektronik pun juga sebenarnya sudah ada, seperti radio dan televisi berlayar hitam putih. Namun walau demikian, alat elektronik seperti itu masih sangat jarang orang yang memilikinya. Bukan karena itu kuno, namun karena bagi mereka harga elektronik itu sangat mahal. Berbanding terbalik dengan masa saat ini, sudah sangat jarang remaja yang hobby mendengarkan radio, bukan karena bagi mereka mahal, namun karena beranggapan radio merupakan salah satu alat elektronik kuno yang sudah ketinggalan zaman. Mereka lebih suka alat-alat elektronik yang lebih canggih dan modern. Seperti MP3 Player, MP4 Player, Laptop, Hand Phone, dan sebagainnya. Zaman dulu, televisi hanya berlayar hitam putih. Seiring dengan perkembangan model-model televisi sudah mulai berkembang jauh lebih canggih, seperti TV LCD, TV LED, TV 3D, bahkan adapula Internet TV. Perkembangan itu terjadi pula pada alat komunikasi. Zaman dulu, kebanyakan orang berkomunikasi dengan orang yang jauh dengan surat-menyurat. Paling canggih bagi mereka saat itu menggunakan telepon kabel. Berbeda dengan sekarang, remaja kini sudah tidak perlu berkomunikasi dengan surat-menyurat, mereka sudah memiliki alat yang lebih canggih. Yang dapat mengirimkan pesan hanya dalam beberapa detik, berbeda dengan surat yang baru akan diterima selama berminggu-minggu. Diantaranya Hand Phone dan Internet. Kedua media itu sangat memiliki banyak fungsi, yaitu; Hand Phone dapat berfungsi sebagai media komunikasi 2 arah, saling mengirim pesan singkat (SMS), beberapa Hand Phone juga menyediakan layanan internet, radio, kamera, bahkan mp3. Di zaman saat ini, berkomunikasi dengan orang yang berada jauh dari kita tidak hanya dapat dilakukan dengan menelpon yang hanya dapat mendengarkan suara saja, berkomunikasi di zaman sekarang terasa sangat lebih mudah, karena kita juga dapat berkomunikasi dengan bertatap muka dan sekaligus mendengar suara. Sehingga kita merasa seperti berbincang dan bertatap muka secara langsung, tanpa dibatasi oleh waktu dan jarak. Sebut saja media canggih itu, “Video Call“.
• Perkembangan Budaya
Di masa orang tua kita dahulu masih remaja, cara berpakaian dan model baju yang mereka kenakan masih sangat sederhana. Tidak se-unik dan se-modern pakaian remaja saat ini. Pada masa lalu, jika menghadiri acara resmi, masih banyak dari mereka yang menggunakan baju tradisional, seperti baju adat, dan kebaya. Berbeda dengan sekarang, remaja yang ingin menghadiri acara resmi seperti pesta ulang tahun, lebih memilih untuk mengenakan baju casual yang berciri khas kan kebarat-baratan. Namun, dengan perkembangan mode berpakaian ini memberikan banyak keuntungan. Salah satunya, telah terdapat busana muslim dengan bahan atau pola yang berasal dari daerah lokal. Begitu juga dengan kebaya yang sudah dimodifikasi sesuai dengan gaya yang lebih modern. Begitu juga dengan batik. Bahkan batik saat ini sudah banyak diminati oleh masyarakat di luar Indonesia.
Kemudian, sekarang kita akan membahas Perubahan atau Dampak Negatif dari Globalisasi:
• Perkembangan Komunikasi, Elektronik, dan Medianya.
Di masa yang sudah dapat dikatakan sangat modern ini, elektronik pun sudah tak dapat hidup jauh dari kita. Namun, perkembangan itu menimbulkan banyak dampak yang merugikan remaja, diantaranya:
1. Pola hidup konsumtif
Perkembangan industri yang pesat menyebabkan penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu, masyarakat terutama kalangan remaja untuk mudah tertarik mengkonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
2. Sikap individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju menyebabkan mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktifitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
• Perkembangan Etika dan Budaya
Siapa sangka etika remaja masa kini jauh lebih baik dengan remaja masa lalu? Ternyata itu memang benar adanya, hanya sedikit dari kalangan remaja yang benar-benar menerapkan sikap sopan dan santun di lingkungannya, baik kepada yang lebih tua maupun kepada yang lebih muda. Berikut ini saya berikan beberapa buktinnya:
1. Gaya hidup kebarat-baratan
Tidak semua budaya barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat pada orang tua, kehidupan bebas remaja dan lain-lain. Hampir 50% dari remaja dunia terutama kaum perempuan, sudah kehilangan mahkota paling berharga miliknya. Dan 80% sudah berani mencoba dan menggunakan obat-obatan terlarang (narkotika). Itulah yang sangat kita sayangkan dari remaja kini, yang seharusnya mereka menjadi peran penerus pahlawan bangsa.
2. Semakin lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan musyawarah mufakat, dan gotong royong.
3. Semakin sedikit generasi muda yang melestarikan musik, tarian, dan budaya tradisional kita.
4. Remaja mengikuti cara berpakaian yang cenderung tidak memperlihatkan kesopanan.
Dampak negatif tersebut sangat perlu diantisipasi dan ditanggulangi dari bahaya globalisasi, disamping dampak negatif yang dirasakan. Beberapa cara mengantisipasi dampak negatif globalisasi adalah sebagai berikut:
1. Kerjasama yang selaras antara pihak sekolah baik tingkat SD, SMP, SMA, dan Universitas maupun lembaga sejenis dengan pihak wali/orang tua siswa dalam hal pengawasan kegiatan di dalam maupun di luar sekolah.
2. Berikan porsi pendidikan mental spiritual keagamaan yang sepadan baik di sekolah, maupun di lingkungan keluarga.
3. Orang tua harus pro aktif dalam menanyakan kegiatan yang dilakukan oleh anaknnya. Jangan dibiarkan berjalan sendiri tanpa arah.
4. Usahakan anak menonton acara yang mendidik. Hindari sinetron dan adegan cerita kaum dewasa.
5. Jangan biarkan remaja seusia SD, SMP, menggunakan jasa internet tanpa didampingi, bahkan menggunakan jaringan komputer yang tidak menggunakan sistem blokir terhadap situs pornografi dan sebagainya. Apa lagi dibiarkan pergi ke warung internet yang tertutup tanpa didampingi orang yang lebih bijak.
Dan masih banyak lagi cara untuk mengantisipasi bahaya dari dampak negatif globalisasi. Demikianlah pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat bagi kita. Marilah kita ciptakan dan lahirkan penerus yang tangguh untuk mengharumkan nama baik bangsa kita di mata dunia.

Sumber
http://anharululum.blogspot.com/2012/05/pengaruh-globalisasi-teradap-remaja.html#_

Copyright © 2009 Herman Sang Arjuna All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.